Green bean kopi Arabika adalah biji kopi mentah yang telah melalui proses pascapanen (seperti natural, honey, atau washed), tetapi belum disangrai. Komoditas ini menjadi bahan baku utama bagi roastery, café, hingga industri kopi instan. Harga green bean Arabika bervariasi, tergantung pada kualitas, asal daerah, proses, dan kondisi pasar global.

1. Faktor yang Mempengaruhi Harga Green Bean Arabika

Beberapa faktor utama yang menentukan harga green bean Arabika antara lain:

a. Asal Daerah (Origin)

  • Daerah penghasil kopi terkenal seperti Gayo, Toraja, Malabar, Puntang, dan Ijen biasanya memiliki harga lebih tinggi karena reputasi dan kualitas rasa.

  • Single origin dari daerah dengan karakter unik bisa lebih mahal dibandingkan campuran (blend).

b. Metode Pascapanen

  • Fullwash / Washed → lebih stabil, bersih, dan umum, harganya relatif standar.

  • Natural / Honey → cenderung lebih mahal karena proses rumit dan menghasilkan rasa fruity.

  • Fermentasi Eksperimental (Anaerob, Carbonic Maceration, Hydro Yeast) → biasanya premium dengan harga jauh di atas rata-rata.

c. Grade dan Sortasi

  • Specialty grade (SCA score ≥ 80) → harga tinggi karena kualitas rasa unggul.

  • Commercial grade → lebih murah, biasanya untuk industri kopi instan atau blend.

d. Musim dan Produksi

  • Harga bisa naik saat panen sedikit akibat cuaca buruk atau gagal panen.

  • Harga bisa turun ketika panen melimpah.

e. Pasar Global

  • Harga kopi Arabika dunia dipengaruhi oleh ICE (Intercontinental Exchange) di New York.

  • Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar juga berdampak pada harga lokal.

2. Kisaran Harga Green Bean Arabika di Indonesia (2025)

Berdasarkan tren di pasaran:

  • Green bean Arabika komersial: Rp 80.000 – Rp 90.000/kg.

  • Arabika specialty lokal (score 80–84): Rp 90.000 – Rp 130.000/kg.

  • Arabika premium (score 85+) atau proses eksperimental: Rp 150.000 – Rp 500.000/kg.

Harga bisa berbeda antar wilayah dan tergantung relasi langsung dengan petani, koperasi, atau prosesor. Roastery kecil biasanya lebih memilih langsung ke petani untuk menjaga kualitas dan mendapatkan harga yang lebih kompetitif.

3. Tren Pasar Kopi Arabika

  • Permintaan Specialty Coffee meningkat → terutama dari café dan roastery yang fokus pada single origin.

  • Sustainability & Direct Trade → konsumen global makin peduli pada kopi yang berkelanjutan dan transparan, sehingga kopi traceable punya nilai tambah.

  • Eksperimen Proses Pascapanen → kopi dengan fermentasi unik semakin diminati, mendorong harga premium.

Harga green bean Arabika sangat dinamis, dipengaruhi oleh kualitas, origin, metode proses, dan kondisi pasar global. Bagi roastery seperti Kerta Koffie, memahami faktor-faktor ini penting untuk menentukan strategi pembelian, harga jual, dan menjaga kualitas produk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *